Arti dan Fungsi Manajemen
Definisi tentang manajemen yang
dikemukakan oleh para ahli seperti Fagol, Terry, Taylor adalah berbeda-beda,
tetapi pada pokoknya semua definisi tersebut memiliki pengertian yang sama.
Perbedaan yang ada hanyalah terletak pada latar belakang keahlian
masing-masing, sehingga tinjauan manajemennya berasal dari segi yang berbeda
pula.
Bila diperhatikan dari beberapa
literatur, manajemen memiliki tiga pengertian, yaitu :
- Manajemen sebagai suatu proses.
- Manajemen sebagai kolektifitas orang-orang yang melakukan serangkaian aktifitas manajemen.
- Manajemen sebagai suatu seni dan ilmu.
Dalam ensiklopedi dari Social
Sciences dikatakan bahwa manajemen adalah proses pelaksanaan suatu tujuan
dengan diawasi. Haiman mengatakan : Manajemen adalah fungsi untuk mencapai
sesuatu melalui kegiatan dan mengawasi segala usaha untuk mencapai tujuan
bersama, dan Georgy R. Terry mengatakan, bahwa manajemen adalah pencapaian
tujuan yang ditetapkan terlebih dahulu dengan melalui suatu kegiatan kelompok.
Dan dari berbagai definisi
sebelumnya, Liang Lee mencoba menyimpulkannya menjadi kesatuan definisi;
berikut adalah definisi manajemen yang dikemukakan oleh Profesor Oei Liang Lee.
Manajemen adalah ilmu dan seni
merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasikan serta mengawasi
tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
Dari definisi tentang manajemen
tersebut, diperkuat oleh pendapat Ricky W. Griffin yang menyimpulkan bahwa
manajemen mempunyai lima fungsi, yaitu :
- Perencanaan
- Pengorganisasian
- Pengarahan
- Pengkoordinasian
- Pengawasan.
Kelima macam fungsi manajemen
tersebut sangat penting didalam menjalankan semua kegiatan. Semua hal tersebut
dimaksudkan agar kegiatan apapun yang dilakukan dapat berjalan dengan baik,
sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Gambar
1. Mekanisme Kerja dari Fungsi-fungsi Manajemen
Setiap kegiatan yang dilakukan
seseorang atau sebuah lembaga tentu mempunyai tujuan; dan untuk mencapai tujuan
tersebut perlulah dibuat perencanaan terlebih dahulu. Secara garis besar,
perencanaan tersebut menggambarkan tentang :
- Apa
- Bagaimana
- Mengapa dan
- Kapan akan dilakukan
Setelah perencanaan disusun, baru
ditetapkan siapa yang akan melakukan, bagaimana pembagian kerjanya, bagaimana
wewenang, tanggung jawab serta pertanggung-jawaban masing-masing kegiatan.
Mereka (pelaksana Organisasi) terdiri atas orang-orang yang mempunyai berbagai
macam keinginan, kebutuhan serta pola berfikir yang berbeda-beda. Meskipun
sudah diorganisir didalam suatu wadah organisasi, belum tentu kegiatan seorang
searah dengan orang lain. Oleh karena itu perlulah diadakan pengarahan agar masing-masing
bersedia menyumbangkan tenaganya semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan.
Jadi untuk mencapai tujuan harus ada
kegiatan, dalam mana kegiatan-kegiatan yang sama disatukan didalam satu wadah
yang disebut fungsi. Tentu saja fungsi yang harus dilakukan banyak dan
berbeda-beda tersebut perlu dikoordinasikan sedemikian rupa, agar supaya tidak
terdapat kontradiksi antara fungsi yang satu dengan lainnya untuk menuju kepada
sasaran yang sama.
Sebuah rencana yang sudah ditetapkan
sekarang dimaksudkan untuk dilaksanakan pada waktu mendatang. Keadaan/waktu
yang akan datang, yang penuh dengan ketidak pastian ini sering
menimbulkan berbagai akibat penyimpangan; sehingga hasil kerja yang telah
dicapai tidak sesuai dengan apa yang direncanakan. Untuk menghilangkan atau
menjaga agar penyimpangan yang terjadi tidak terlampau jauh dari rencanaya,
maka perlulah dilakukan pengawasan.
Namun demikian tidaklah berarti
bahwa tugas pengawasan hanyalah menjaga agar penyimpanagn tidak terlalu jauh
melampai standar yang telah ditetapkan, tetapi mencakup pula kegiatan-kegiatan
untuk mencari kemungkinanterjadinya penyimpangan, dan mencegah agar
penyimpangan tersebut tidak terjadi.
Dalam jangka panjang, mekanisme
kerja dan fungsi-fungsi manajemen tersebut berjalan secara kronologis seperti
uraian sebelumnya; sedangkan dalam jangka pendek akan berjalan secara
bersama-sama. Setelah fungsi terakhir (pengawasan) selesai dilakukan, maka
kegiatan berikutnya dilakukan dengan mengadakan perencanaan lagi.
MANAJEMEN UMUM
PENEGERTIAN MANAJEMEN
ARTI DAN FUNGSI MANAJEMEN
Banyak para ahli telah mendefinisikan tentang
pengertian dari manjemen, dan semua itu berbeda-beda. Namun pada hakekatnya,
semua itu adalah menjurus ke arah yang sama, yang membedakan adalah latar
belakangkeahlian masing-masing. Menurut profesor Oei Liang Lee, Manajemen
adalahilmu dan seni merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasi,
serta mengawasi tenaga manusia dengan alat-alat untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan.
Manajemen mempunyai 5 fungsi, yaitu;
1. Perencanaan
2. Pengorganisasian
3. Pengarahan
4. Pengkoordinasian
5. Pengawasan
Kelima macam funsi manajemen ini sangat penting dalam menjalankan semua
kegiatan. Semua ini di maksudkan agar kediatan apapun yang di lakukan berjalan
dengan baik
Pada gamabar di bawah ini memperlhatkan bahwa mekanisme kerja dari
fungsi-fungsi kerja manajemen tersibut dimulai dari adanya kegiatan.
Mekanisme kerja berawal dari adanya kebutuhan dan keinginan serta
informasi. Untuk mencapai suatu tujuan bekerja, seseorang harus mempunyai
perencanaan yang secara garis besar menggambarkan tentang, apa; bagaimana;
mengapa; dan kapan dilakukan, setelah perencanaan tersebut disusun, barulah
ditentukan siapa yang akan melakukan dan segala sesuatu yang dianggap penting
untuk berjalannya usaha ini. Walaupun orang yang telah ditentukan untuk
mengelola usaha ini sudah terorganisir, belum tentu kegiatan yang dilakukan
sama satu dengan yang lainnya. Butuh pengarahan untuk memperlancar jalannya
usaha ini dan mencapai tujuan yang telah ditentukan secara maksimal.
Dalam suatu usaha, kegiatan-kegiatan akan disatukan dalam suatu wadah
fungsi. Tentu saja fungsi yang dilakukan berbeda-beda. Oleh karena itu, perlu
dikoordinasikan agar tidak terdapat kontradiksi antara satu fungsi dengan
fungsi yang lainnya. Dalam suatu usaha, pasti ada rencana. Dan rencana itu akan
dilaksanakan dalam waktu mendatang. Dimana tidak ada kepastian untuk
kelangsungan hidup suatu perusahaan. Sehingga segala sesuatu harus di
persiapkan dalam hal yang matang. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak
diharapkan tidak terlampau jauh, harus dilakukan pengawasan/pengendalian. Selain
itu, pengawasan juga dilakukan untuk mencegah penyimpangan itu terjadi.
JENJANG MANAJEMEN
Perusahaan-perusahaan besar biasanya mempunyai paling sedikit tiga jejang
manajemen. Ketiga jenjang tersebut adalah (1) manajemen puncak atau menajemen
eksekutif, (2) manajemen madya atau manajemen administratif, (3) manajemen
operasional auat manajemen supervisori di sini saya sediakan contoh2 gambar
seperti di bawah ini
Perusahaan-perusahaan pada umumnya mempunyai tiga jenjang manajemen.
Diantaranya:
a. Manajemen puncak atau eksekutif.
Manajer senior atau
eksekutif kunci yang mempunyai pengalaman bertahun-tahun, meliputi dewan
direktur, direktur utama, atau chief executive office ( CEO ) dan pimpinan
lain. Bertugas menyusun rencana umum perusahaan dan mengambil keputusan penting
tentang hal-hal yang berpengaruh pada kelangsungan hidup perusahaan.
b. Manajemen
madya atau administratif.
Meliputi pimpinan pabrik
atau manajer divisi. Mempunyai tanggung jawab dalam masalah penyusunan rencana
operasi yang melaksanakan rencana-rencana umum dari manajer puncak.
c. Manajemen operasional atau supervisor.
Tugasnya menyangkut
pelaksanaan rencana yang dibuat oleh manajemen madya dan sering disebut
supervisor garis pertama. Bertanggung jawab melakukan supervisi kepada para
karyawan yang mengerjakan kegiatan harian.
LATAR BELAKANG SEJARAH MANAJEMEN
GERAKAN MANAJEMEN
ILMIAH
Sekitar tahun 1885, Frederick W Taylor (1856-1915) telah mempelajari tentang
metode kerja pertama kali. Taylor dikenal sebagai bapak dari gerakan manajemen
ilmiah. Dalam bukunya, The Principles Of Scientific beliau
mengemukakan beberapa prinsip pekerjaan dengan efisien, yaitu:
v Prinsip
1; Semua pekerjaan dapat diobservasi dan dianalisis guna menentukan satu
cara terbaik untuk menyelesaikannya.
v Prinsip
2; Orang yang memangku jabatan dipilih dan dilatih secara ilmiah.
v Prinsip
3; Menggaji pemegang jabatan dasar insentif, yaitu menyamakan gaji dengan hasil
kerjanya.
v Prinsip
4; Menempatkan manajer dalam perencanaan, persiapan dan pemeriksaan pekerjaan.
Taylor mengemukakan bahwa manajemen dapat dipelajari secara ilmiah oleh
siapapun dan masyarakat mempunyai minat yang besar untuk mempelajari manajemen.
SEKOLAH-SEKOLAH
TENTANG PEMIKIRAN MANAJEMEN
Dalam hal ini, kita akan membahas lima sekolah, diantaranya;
» Sekolah Klasik ( Clasical School )
Berawal dari adanya teori
klasik yang mendefinisikan manajemen menurut tugas yang dilakukan oleh para
manajer. Sekolah ini telah memberi saran tentang fungsi manajemen primer, yaitu
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian yang dibagi kedalam
sub-sub fungsi yang selanjutnya diarahkan pada penerapan fungsi-fungsi
tersebut.
» Sekolah Perilaku ( Behavioral School )
Disebut juga leadership,
human relations, atau behavioral sciences of management yang telah
populer tahun 1950-an. Memusatkan perhatian pada aspek kemanusiaan dari
manajemen dan menekankan kebutuhan bagi para manajer untuk memahami manusia dan
memotivasi bawahan mereka. Sekolah ini menarik beberapa disiplin, yaitu
psikologi, dan sosiologi sebagai bagian dari latar belakang pendidikan
manajer.
» Sekolah Ilmu Manajemen ( Management Science School
)
Melibatkan matematik dan
statistik yang digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah operasional
perencanaan dan pengendalian yang mewakili wakil dari realitas.
ANALISIS SISTEM
Berkaitan dengan masalah-masalah yang melibatkan
semua komponen secara bersama-sama. Sistem adalah suatu unit yang dibentuk dari
dua atau lebih bagian-bagian independen yang berinteraksi untuk membuat sebuah
organisme fungsi. Analisis sistem merupakan metode yang digunakan yang digunakan
untuk menyelesaikan masalh-masalah bisnis dengan mengidentifikasikan
bagian-bagian utama dari suatu masalah dan hubungan mereka. Analisis sistem
dapat menangani lebih banyak informasi namun tidak menghilangkan kebutuhan bagi
para manajer untuk melakukan tugas-tugas manajemen mereka.
MANAJEMEN HASIL
Management By Objective / MBO
yang dikemukakan oleh Peter Drucker pada 1950-an, adalah suatu program untuk
meningkatkan motivasi dan pengendalian karyawan dan mwrupakan falsafah untuk
menunjukkan nilai pelaksanaan. MBO memusatkan perhatian pada hasil, bukan
perilaku karyawan, dan menganggap bahwa hasil yang dibuat oleh karyawan atau
manajer adalah sesuatu yang penting, bukannya seberapa besar kesibukan
mereka.MBO juga dapat meningkatkan komunikasi antara atasan dan bawahannya.
Selain itu, MBO juga mempunyai beberapa keburukan, diantaranya; untuk beberapa
tugas, sulit untuk ditentukan tujuan yang tepat, akan sukses jika semua pihak
mau berpartisipasi, bukan merupakan suatu penyelesaian untuk semua masalah
manajemen, dan tujuan seharusnya layak dan mudah diukur.
PERENCANAAN
Merupakan suatu yang penting diantara
fungsi-fungsi manajemen yang lainnya. Untuk mendukung kegiatan manajerial,
fungsi perencanaan harus dilakukan terlebih dahulu dari pada fungsi yang
lainnya. Adapun sifat-sifat yang yang lain dari fungsi perencanaan, yaitu;
sumbangan terhadap tujuan serta efisiensi dari rencana itu sendiri.
BENTUK-BENTUK
PERENCANAAN
a. Tujuan ( Objective )
Merupakan suatu sasaran
kegiatan akan diarahkan dan diusahakan agar dapat tercapai dalam jangka waktu
yang telah ditentukan.
b. Kebijakan ( Policy )
Suatu pernyataan atau
pengertian untuk menyalurkan pikiran dalam mengambil keputusan terhadap
tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan.
c. Strategi
Tindakan penyesuaian diri
dari rencana yang dibuat. Dalam membuat strategi, perlu memperhatikan hal-hal
berikut; ketepatan waktu, ketepatan tindakan, dsb.
d. Prosedur
Rangkaian tindakan yang
akan dilaksanakan dalam waktu mendatang dan lebih menitik beratkan pada suatu
tindakan.
e. Aturan ( Rule )
Suatu tindakan spesifik
dan merupakan bagian dari prosedur.aturan-aturan yang yang saling berkaitan dan
dapat dikelompokkan disebut prosedur.
f. Program
Campuran antara kebijakan
prosedur, aturan, dan pemberian tugas yang disertai dengan suatu anggaran.
Dalam organisasi, biasanya program dibuat menjadi dua macam, program umum yang
meliputi seluruh organisasi, sedangkan organisasi khusus hanya mencakup
kegiatan-kegiatan dari masing-masing bagian dalam sebuah organisasi.
KEGUNAAN PERENCANAAN
a. Mengurangi Ketidakpastian serta Perubahan pada Waktu Mendatang
Waktu yang akan datang
bersifat statis tetapi selalu berubah secara dinamis dan dapat berubah-ubah.
Perencanaan merupakan suatu standard dalam penentuan kegiatan apa yang akan
dilakukan dalam waktu mendatang. Dalam hal ini, yang penting adalah memilih
suatu cara yang tepat untuk mencapai tujuan.
b. Mengarahkan Perhatian pada Tujuan
Perencanaan dibuat sebagai
penentu arah didalam mencapai tujuan yang hendak dicapai.
c. Memperingan Biaya
Semua kegiatan dapat
dilaksanakan secara efektif dan efisien dengan cara menghemat-hemat
pengeluaran.
d. Merupakan Sarana untuk Mengadakan Pengawasan
Pengawasan dilakukan
dengan membandingkan apa yang telah dilakuakn dengan apa yang direncanakan.
LANGKAH-LANGKAH
PENYUSUNAN PERENCANAAN
a. Menetapkan Tujuan
Lebih dulu dibuat dalam
bentuk umum,kemudian baru dipecah menjadi tujuan-tujuan sesuai bagiannya. Tujuan
menggambarkan tentang apa yang diharapkan dan apa yang harus dikerjakan serta
apa yang harus dicapai pada suatu waktu setelah dibuatnya pola kerja ( network
) daripada kebijakan, strategi, prosedur, aturan, anggaran, dan program.
b. Menyusun Anggapan-anggapan ( premising )
Menciptakan, mencari
kesesuaian pengguna dan menyebarkan anggapan perencanaan. Anggapan-anggapan
yang dicari adalah yang dapat mempengaruhi suatu rencana baik dari luar maupun
dari dalam, dengan mengadakan peramalan ( forecasting ).
Disebut juga
faktor-faktor lingkungan, yang dapat bersifat terawasi ( dari dalam perusahaan
) atau tidak terawasi ( dari luar perusahaan ), yang bersifat kuantitatif (
dapat diperhitungkan ) atau kualitatif ( tidak dapat dihitung dengan angka ).
c. Menentukan Berbagai Macam Aletrnatif Tindakan
Adakala cara-cara yang
dilakukan oleh perusahaan tidak sesuai dengan kondisi perusahaan, oleh karena
itu, diperlukan cara-cara yang sesuai dengan kondisi perusahaan.
d. Mengadakan Penilaian Terhadap Alternatif-alternatif Tindakan yang Sudah
Dipilih
Dilakukan untuk mencari
usaha-usaha untuk mencari alternatif mana yang akan diambil untuk memberikan
hasil maksimal dengan pengeluaran tertentu, disini berlaku prinsip ekonomi.
e. Mengambil Keputusan
Setelah semua tahap
dilakukan, barulah akan ditentukan alternatif mana yang akan diambil yang
diharapakan dapat mencapai tujuan. Disinilah akan dibutuhkan pengambilan
keputusan.
f. Menyusun Rencana Pendukung
Walaupun semua langkah
telah dilaksanakan, tetap saja diperlukan rencana pendukung untuk memaksimalkan
kegiatan usaha.
PERENCANAAN MERUPAKAN
PROSES PENDEKATAN YANG RASIONAL
Dengan berbagai macam langkah yang telah ditempuh, dapat dikatakan bahwa
perencanaan merupakan suatu proses pendekatan yang rasional untuk waktu yang
akan datang. Segala sesuatu harus diperhatikan dan diperhitungkan
matang-amatang agara sesuatu yang tidak duharapkan tidak akan terjadi serta
tujuan yang akan dicapai bisa tercapai secara maksimal.
JANGKA WAKTU PERENCANAAN
Menurut jangka waktunya;
a. Perencanaan jangka panjang; perencanaan pembangunan indonesia dua puluh
lima tahun lagi yang dinamakan dengan Era Pembangunan.
b. Perencanaan
jangka menengah; perpecahan dari pembangunan dua puluh lima tahun lagi.
c. Perencanaan jangka pendek; perencanaan pembangunan tahunan. Tidak selamanya
jangka pendek mempunyai waktu maksimal selama setahun, namun tergantung pada
persepsi dari si rencana.
Ketiga perencanaan diatas
mempunyai hubungan yang terikat satu sama yang lain yang bersifat integral.
FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMBATASI PERENCANAAN
Sepert yang sudah dikemukakan di muka bahwa
perencanaan mempunyai sifat keutamaan dan bersifat luas
Walaupun perencanaan
bersifat kebaikan-kebaikan, namun juga memiliki kelemahan-kelemahan yang
disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu;
a. Sulitnya Mencari Anggapan Secara Teliti
Waktu yang akan datang
bersifat statis, dapat berubah-ubah dan tidak dapat diprediksi. Oleh karena
itu, sulit juga menentukan anggapan yang tepat pula. Dan sedapat mungkin
mencegah adanya penyimpangan. Oleh karena itu butuh peramalan dengan
mengikutsertakan beberapa anggapan.
b. Perubahan yang Sangat Cepat
Perubahan yang terlalu
cepat mungkin tidak dapat diduga walaupun sudah diadakan peramalan dan
penjadwalan. Hal ini akan membatasi perencanaan.
c. Kekakuan Internal
Dapat berupa; kekakuan
psikologis, kekakuan karena adanya prosedur dan kebijakan, dan kekakuan sumber
daya dan dana.
· Kekakuan psikologis
Seseorang yang sudah
mempunyai pendapat, kadang-kadang akan susah untuk diubah, sedangkan keadaan
itu bersifat tidak statis, tetapi dinamis yang menuntut pola pikir yang dinamis
pula.
· Kekauan Karena Adanya Prosedur dan Kebijakan
Suatu prosedur akan sulit
diubah jika pada dasarnya orang-orang menerimanya. Ini terjadi karena adanya
perubahan yang menuntut adanya penyesuaian yang berpengaruh pada psikologis
seseorang.
· Kekakuan Sumber Daya dan Dana
Jika modal ditanamkan
untuk aktiva tetap, jika terjadi perubahan akan sulit untuk disesuaikan karena
investasi itu harusnya ada sebuah anggarannya.
d. Kekakuan Eksternal
Sangat sulit diawasi
karena menyangkut beberapa hal, yaitu; sosial-politik, teknologi, kebudayaan,
geografi, perekonomian, dsb, yang sangat membatasi suatu perencanaan.
e. Waktu dan Biaya
Dalam hal ini, perlu
diadakan prioritas waktu dan kegiatan karena kemampuan manusia untuk
memanajemen waktu sangat terbatas. Faktor biaya juga sangat bergantung, karena
semakin lama waktu yang dipakai, maka semakin banyak pula biaya yang
dikeluatkan.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
a. Syarat Pengambilan Keputusan
Ø Harus
berusaha untuk dapat mencapai tujuan yang tidak tercapai tanpa tindakan
yang positif.
Ø Harus
dapat mengetahui tentang tujuan yang hendak dicapai beserta kekurangannya.
Ø Harus
mempunyai kemampuan-kemampuan untuk mengadakan analisis dan penilaian sebagai
alternatif pengambilan keputusan.
Ø Harus
bersikap optimis dan kemauan yang kuat untuk mengambil alternatif yang terbaik.
b. Alat Pengambilan Keputusan
Operation Research, Teori
Probabilitas, Linier Programming. Selain alat-alat tersebut, ada pula teknik
lain yang dapat diambila pada waktu yang tidak tentu, yaitu;
Ø Analisi
Resiko
Setiap keputusan yang
diambil dapat didasarkan pada interaksi beberapa variabel kritis,Dalam
memasarkan produk contohnya, harus mempertimbangkan masalah variabel krtis, (
biaya pengenalan, biaya produksi, dll ).
Ø Pohon
Keputusan
Jalan lain yang dapat di tempuh untuk menganalisis
keputusan adalah dengan jalan melihat berbagai kemungkinan arah yang dapat
diambil dari berbagai jenis keputusan.
Melihat berbagai arah
yang dapat diambil dari berbagai jenis keputusan. Suatu keputusan yang diambil
dapat menimbulkan berbagai akibat dan kemungkinan.
PENGORGANISASIAN
PENGERTIAN
Komponen-komponen pokok suatu organisasi; personalia, fungsi, dan faktor-faktor
fisik. Ditinjau dari segi fisiknya, pengorganisasian adalah usaha untuk
menyusun komponen-komponen tersebut, sehingga dapat dijadikan suatu sarana
pencapaian tujuan. Fungsi pengorganisasian dapat dikatakan sebagai proses
menciptakan hubungan berbagai fungsi, yaitu;
Ø Hubungan
Informal; hubungan yang timbulnya tidak sengaja, hubungan yang tidak resmi,
hubungan diluar pekerjaan atau tugas.
Ø Hubungan
Formal ( kebalikan dari hubungan informal ). Terdapat tiga hubungan dasar;
1. Tanggung
Jawab; kewajiban-kewajiban untuk melaksanakn tugas yang telah ditetapkan dengan
sebaik mungkin menurut kemampuan serta pengarahan yang diterima.
2. Wewenang;
hak untuk mengambil keputusan tentang apa yang harus dilakukan oleh seseorang
dan meminta seseorang untuk melakukan sesuatu.
3. Pertanggung-jawaban;
hasil pekerjaan yang telah dicapai dimana hasil pekerjaan tersebut harus dilaporkan
kepada pihak yang berwenang.
POLA HUBUNGAN antar
KOMPONEN ORGANISASI
Harus terdapat pembagian tanggung
jawab secara jelas. Sedangkan tanggung jawab itu tidak akan didapat dibebankan
jika tidak ada hak-hak untuk melaksanakannya.
RENTANGAN KEKUASAAN
Munculnya rentangan tugas ini
disebabkan oleh adanya keterbatasan kemampuan seseorang. Rentangan kekuasaan
ditetapkan untuk mengetahui kemampuan seseorang memimpin dam mengatur beberapa
bawahannya yang dipengaruhi jumlah bawahannya itu. Hubungan antara pemimpin dan
bawahan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor;
a. Latihan Dari Bawahan
b. Pendelegasian
Wewenang
c. Perencanaan
d. Teknik
Komunikasi
DASAR-DASAR
PENGGOLONGAN BAGIAN DIDALAM ORGANISASI
a. Didasarkan pada suatu angka
b. Didasarkan
pada waktu
c. Didasarkan pada fungsi perusahaan
d. Didasarkan
pada luas daerah operasi
e. Didasarkan pada jenis barang yang dihasilkan
f. Didasarkan pada jenis langganan
KARAKTERISTIK STRUKTUR
ORGANISASI
a. Keseimbangan dalam organisasi; bilamana keadaan masing-masing bagian
dialokasikan modal dan tenaga kerja yang sesuai.
b. Fleksibel;
kemampuan dari struktur organisasi untuk menyesuaikan diri terhadap semua
perubahan-perubahan yang terjadi.
PENGARAHAN
PRINSIP-PRINSIP
PENGARAHAN
Pengarahan merupakan aspek
hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan untuk bersedia
mengerti dan menyumbangkan tenaganya secara efektif serta efisien untuk
mencapai tujuan. Pengarahan yang dilakukan oleh pimpinan berpegang pada
beberapa prinsip, yaitu; prinsip mengarah kepada tujuan, prinsip keharmonisan
dengan tujuan,prinsip kesatuan komando.
CARA-CARA PENGARAHAN
a. Orientasi; cara pengarahan dengan memberikan informasi yangperli agar
kegiatan dapat dilakukan dengan baik. Beberapa informasi yang dapat diberikan
oleh orientasi antara lain; tugas itu sendiri, tugas lain yang ada hubungannya,
ruang lingkup tugas, delegasi wewenang, cara melaporkan dan cara mengukur
prestasi kerja, hubungan antara masing-masing tenaga kerja, dsb.
b. Perintah;
merupakan permintaan dari pimpinan kepada orang yang berada dibawahnya untuk
melakukan atau mengulang suatu kegiatan tertentu pada keadaan tertentu. Adapun
perintah yang diberikan kepada bawahan dapat berupa; perintah umum dan khusus,
perintah lisan dan tertulis, perintah formal dan informal.
c. Delegasi wewenang; pimpinan melimpahkan sebagian dari wewenang yang
dimilikinya kepada bawahannya.
KOMUNIKASI
American Training Director
memberikan definisi tentang komunikasi sebagai pertukaran pikiran atau
informasi supaya terdapat saling pengertian serta hubungan antara
manusia-manusia secara serasi. Definisi Newman, mengemukakan bahwa komunikasi
merupakan pertukaran fakta-fakta, gagasan, pendapat, dan perasaan oleh dua
orang atau lebih. Sedangkan Kontz dan O’Donell mengartikan komunikasi sebagai
suatu pemindahan informasi antara orang yang satu dengan yang lainnya.
Untuk ,engadakan komunikasi dapat digunakan sarana-sarana seperti telepon,
telegram, majalah, dll. Atau dapat juga menggunakan merk, label, katalog, dsb.
Beberapa prinsip komunnikasi: komunikasi harus jelas, prinsip integritas,
prinsip penggunaan organisasi informal. Komunikasi dapat besifat ekstern, (
yang terjadi antara organisasi dengan suatu lembaga lain ), atau bersifat
intern, ( komunikasi yang dilakukan oleh individu dalam suatu organisasi ).
MOTIVASI
Bagi para pelaksana pekerjaan, perlu adanya dorongan atau motivasi untuk dapat
menambah niat dan kemauan untuk melakukan tugas secara maksimal. Motivasi (
dorongan ) yang dilakukan oleh para atasan akan membantu kinerja kerja para
bawahan. Jenis motivasi terbagi menjadi dua yaitu;
a. Motivasi Positif ; proses mempengaruhi orang lain dengan cara memberikan
penambahan tingkat kepuasan tertentu.
b. Motivasi
Negatif ; mempengaruhi orang lain dengan cara menakut-nakuti atau mendorong
seseorang untuk melakukan sesuatu secara terpaksa.
Motivasi diharapkan dapat menjadi dasar perangsang untuk meningkatkan
kreativitas seseorang.
PENGKOORDINASIAN
Koordinasi yang baik dapat dilakukan jika mereka memahami masing-masing tugas
mereka.
PRINSIP-PRINSIP
KOORDINASI
a. Prinsip Kontak Langsung
Menyatakan bahwa
koordinasi harus dicapai melalui hubungan antar manusia baik hubungan secara
horizontal maupun vertikal dan dapat terjadi pertukaran gagasan dan pendapat
yang bisa dikemukakan secara lebih detail.
b. Prinsip Penekanan Pada Pentingnya Koordinasi
Jika koordinasi terjadi
kurang baik, maka akan menimbulkan kemungkinan adanya penyimpangan. Oleh karena
itu, koordinasi itu penting untuk dibuat diawal-awal suatu organisasi dibangun.
c. Hubungan Timbal Balik Antara Faktor-Faktor yang Ada
Masing-masing individu
bekerja pada lingkungan nya, yang tentu akan memberikan pengaruh terhadap orang
lain yang ada disekitarnya dan juga terhadap organisasi yang dinaunginya. Oleh
karena itu, diperlukan timbal balik dari hasil kerja sama yang dilakukan oleh
mereka.
PELAKSANAAN FUNGSI
KOORDINASI
Ada dua cara yang dapat ditempuh
untuk melaksanakan fungsi koordinasi, yaitu;
a. Menjamin bahwa kondisi lingkungan akan dapat membantu memberikan fasilitas
bagi terlaksananya koordinasi.
b. Memastikan
apakah masing-masing individu sudah mengetahui prinsip-prinsip koordinasi.
PENGAWASAN
PENGERTIAN
Merupakan fungsi terakhir yang
harus dilakukan dalam manajemen. Kita dapat mengetahui tentang hasil yang telah
dicapai dengan cara membandingkan segala sesuatu yang telah dijalankan dengan
standard atau rencananya, dan melakukan perbaikan-perbaikan bilamana terjadi
penyimpangan. Jadi kita dapat mengukur seberapa jauh hasil yang telah dicapai,
sesuai atau tidak dengan rencana yang telah disusun.
Bila terjadi penyimpangan, biasanya akan terjadi perubahan-perubahan
diantaranya perubahan besar, seperti;
a. Penyusunan kembali rencana baru.
b. Menetapkan
sasaran terget baru.
c. Perubahan struktur organisasi.
d. Perbaikan
cara-cara penerimaan pegawai.
e. Dsb
LANGKAH-LANGKAH
PENGAWASAN
1. Menciptakan Standard
Merupakan suatu kriteria
untuk mengukur hasil pekerjaan yang sudah dilakukan. Ada dua macam standard,
yaitu standard
kuantitatif
( dinyatakan dalam satuan tertentu ), dan standard kualitatif (
dapat berupa pendapat umum, langganan, buruh, dsb ).
2. Membandingkan Kegiatan yang Dilakukan dengan Standard
Mengetahui seberapa jauh
adanya penyimpangan yang telah terjadi dan mengetahui adanya
gejala-gejalatentang semakin besarnya penyimpangan itu terjadi.
3. Melakukan Tindakan Koreksi
Untuk memperbaiki dan
menyempurnakan segala kegiatan, kebijaksanaan serta haisl kerja yang tidak
sesuai dengan rencana dan standardnya. Urutan kegiatan dalam koreksi;
a. Menghayati masalah-masalah.
b. Mencari
kemungkinan untuk mengatasi atau memperbaikki adanya kesalahan.
c. Mengadakan penilaian terhadap kemungkinan tersebut.
d. Menentukan
cara-cara untuk mengadakan koreksi yang paling tepat.
SYARAT-SYARAT PENGAWASAN
YANG BAIK
a. Pengawasan harus mendukung sifat dan kebutuhan kegiatan ( aktivis ).
b. Pengawasan
harus melaporkan setiap penyimpangan yang terjadi.
c. Penyimpangan harus mempunyai pandangan kedepan.
d. Pengawasan
harus obyektif, teliti dan sesuai dengan standard yang digunakan.
e. Pengawasan harus luwes/fleksibel.
f. Dsb.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar